dibalik lukisan kulkas bergaya retro ada cerita unik dari beberapa senimannya.
Liputan6. com, Jakarta Nikmati lukisan tidak cuma di media kanvas saja. Karna media yang lain seperti almari pendingin dengan kata lain kulkas dapat juga disulap jadi karya seni karena tangan trampil dari seniman seperti Hendra Harsono, Radi Arwinda, serta Kemal Ezedine.
Ke-3 seniman itu menggambarkan karya mereka di almari pendingin Retrofridge dari Modena. Karya seni yang terbatas itu juga dimaksud Masterpiece Retrofridge.
BACA JUGA
Pernyataan Jokowi Kagumi Lukisan Seniman Terkenal Bali
Modena Hadirkan Langkah Unik Nikmati Seni di Dapur
JK : Bung Karno Pelopor Kenalkan Keindahan Indonesia Lewat Lukisan
Modena berniat pilih product itu karna Retrofridge memanglah didedikasikan untuk design. Hingga, kecantikannya bisa di beri nilai lebih dengan karya seni di tubuhnya.
Tiap-tiap seniman juga melukis dengan gayanya semasing. Dengan medium almari pendingin yang tidak umum, hal semacam ini juga jadi tantangan sendiri untuk tiap-tiap seniman.
Hendra Harsono mengakui ditantang dengan melukis diatas kulkas. Sepanjang dua minggu, ia mencari inspirasi karna bingung ingin buat lukisan yang seperti apa. Tetapi, dengan memandangi kulkas itu, ia pada akhirnya tebersit untuk bercerita pengalaman menyenangkannya saat mempunyai kulkas.
" Saya excited sekali saat baru miliki kulkas. Saya sempat buat puding, namun sangat keras. Hehehe... berikut yang saya lukis. Jadi dapat diliat ada bentuk seperti puding cokelat, " tutur pria dengan sapaan Hehe ini.
Beda sekali lagi dengan Radi Arwinda yang mengambil keputusan untuk melukis kucing pemanggil keberuntungan. Peranan kulkas yaitu untuk mengawetkan hingga ia mengharapkan kucing yang dipadatkan dalam kulkas juga akan mengawetkan keberuntungan.
Kesan mendalam pada langkah seniman Bali bekerja menghasilkan karya Dedicated yang dilukis oleh Kemal Ezedine. Dengan tinta minyak, ia berkreasi dengan garis, yakni garis tidak tipis, medium, serta tidak tebal. Karyanya sarat juga akan detil yang di inspirasi oleh lukisan Wayang Kamasan

Komentar