Layaknya R. A. Kartini yang berupaya mendobrak dominasi pria serta hasratnya mengangkat hak-hak wanita supaya setara dengan golongan pria, pribadi ini semakin memberikan inspirasi beberapa wanita saat saat ini yang berjuang dalam langkahnya semasing. Satu diantara sosok Ibu Kartini di saat saat ini itu yaitu seseorang wanita bernama Fariana Dewi Djakaria.
Fariana terdaftar sebagai pilot helikopter wanita pertama TNI AU, tidak cuma di Indonesia tetapi juga Asia Tenggara. Saat ini, ibu satu anak itu disibukkan dengan kegiatannya jadi pilot instruktur di Sekolah Penerbangan (Sekbang) TNI AU.
Wanita kelahiran Pariaman, Sumatera Barat ini tidak pernah menganggap dapat terjun kedalam dunia tentara, terlebih mencatatkan namanya sebagai pilot helikopter wanita pertama di TNI AU. Terlebih dulu, ia hanya mahasiswa umum di Kampus Padjajaran Bandung, tetapi di th. keduanya dia coba masuk TNI AU, sebagai jalan hidupnya sekarang ini.
" Saya tidak sering pisahlah dengan keluarga. Jangankan saya jadi pilot, bahkan juga saat saya masuk TNI ibu saya ajukan pertanyaan berulang-kali, " meyakini anda? ". Ibu saya berpesan bila meyakini, kerjakan, lakoni serta janganlah berhenti di dalam jalan. Keluarga kami jauh dari militer, terlebih jadi pilot penerbang, " tutur Fariana pada Wolipop di Tempat tinggal Maroko, Kamis (20/4/2017).
Cerita Fariana Dewi Djakaria, Pilot Heli Wanita Pertama di ASEAN Photo : Hasan Alhabshy
Untuk Fariana, jadi sosok Kartini di dalam dominasi pria di TNI AU bikin ia jadi sosok yang tahan banting. Disana, semua yaitu setara. Untuk memantaskan dianya jadi seseorang pilot penerbang, ia juga mesti ikuti kursus fisik yang sama juga dengan tentara yang lain. Ini bukanlah tantangan baginya, tetapi langkahnya menyamai kedudukannya dengan beberapa pria.
" Wanita memanglah komune kecil. Namun kita tetaplah disamakan. Cowok lari, kita juga lari. Terlebih saat saya masuk sekolah penerbangan di TNI, kita mesti lewat aerobatic, manuver, formasi, terbang rendah. Tidak mungkin saja pesawat yang sesuaikan kita, automatis kita yang perlu sesuaikan dengan cowok. Kita ketahui sendiri kita yang perlu itu, " tambah wanita 35 th. itu.
Baca Juga : 21 Kartini Saat Kini
Kursus sepanjang bertahun-tahun itu lantas membawa dia jadi sosok wanita pertama sebagai pilot helikopter didunia militer, di Asia Tenggara. Walaupun pekerjaannya didominasi pria, Fariana mengakui tidak pernah memperoleh perlakuan spesial atau malah diremehkan. Beberapa pria jadi jadi pendukung dan penyemangat Fariana.
Walaupun telah lihai mengemudikan helikopter militer, tetapi saat tiba waktunya pulang, Fariana yaitu seseorang wanita biasanya. Ia menggerakkan kodrat sebagai wanita, istri serta ibu untuk putrinya yang saat ini berumur 4 th..
" Bila dirumah kita tetaplah jadi istri, jadi ibu. Walaupun di militer kita telah tandatangan kontrak bila kita punya negara. Hebatnya perempuan ya itu, saat di kantor dia profesional, dirumah jadi ibu. Walaupun saat memanglah sulit bikin saya kerap berjumpa, karna kita bila heli dapat standby satu bulan diluar. Jadi yang terutama untuk saya yaitu kwalitas bukanlah jumlah, " tambah wanita yang hoby berwisata kuliner itu.
Baginya jadi sosok Kartini saat saat ini memanglah tidak gampang. Perlu usaha keras untuk bikin derajat wanita jadi setara, yaitu dengan tingkatkan kwalitas sebagai wanita.
" Saat mereka (wanita saat saat ini) mengelu-elukan emansipasi, mereka mesti miliki kwalitas itu. Kwalitas dari perempuan tersebut, jangan pernah saat kita menginginkan sama, namun kita tak mempunyai kekuatan itu, " ujarnya.

Komentar