Ada dua hal yang dapat kita kerjakan saat pertama kalinya merasakan ada bisikan syaithon didalam diri kita. Yang pertama, selekasnya berlindung pada Allah dari godaan serta tipudaya mereka.
Allah berfirman dalam QS. Fushshilat ayat 36,
“Dan jika setan mengganggumu dengan satu godaan, jadi mohonlah perlindungan pada Allah... ”
Karna semua manusia yang beriman akan tidak terlepas dari bisikan-bisikan mereka. Termasuk juga beberapa Nabi meskipun, Allah berfirman mengenai beberapa nabi, sekalian Kholil-Nya sholallahu ‘alaihi wa sallam dalam QS. Al Hajj : 52
“Dan Kami tak mengutus seseorang rasul serta tak juga seseorang nabipun sebelumnya engkau tetapi bila ia mempunyai satu hasrat, setanpun memasukkan godaan-godaan kedalam keinginnya itu. Tetapi Allah menyingkirkan apa yang disusupkan setan itu serta Allah memperkuat ayat-ayat-Nya.. ”
Beberapa mufassir mengatakan, ayat ini Allah turunkan sehubungan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yakni jika beliau membaca satu ayat yang berisi berikan peringatan pada beberapa orang kafir, mereka selekasnya ikuti bacaan beliau dengan penambahan kalimat yang membetulkan kepercayaan mereka (untuk menyelewengkan arti ayat). Jadi Allah mengokohkan Nabi-Nya dengan ayat-ayat-Nya.
Dalam kitab Ighotsatul Lahfan karya Ibnul Qoyyim Al- Jauziyyah dijelaskan, kalau musuh ada dua type. Yang pertama syaithon-syaithon dari kelompok manusia. Untuk type pertama, mereka mempunyai fitrah menyukai kebaikan yang mungkin saja sudah tertutup oleh tingkah laku syaithoni, tetapi fitrah itu tak hilang. Saat kita berbuat baik pada mereka, serta selalu berbuat baik, masih tetap dapat diinginkan mereka bakal bertaubat atau sekurang-kurangnya berhenti mengganggu kita.
Tetapi bila syaithon yang dihadapi yaitu syaithon dari bangsa jin, jadi mereka yaitu anak keturunan iblis. Dengan cara penciptaan, syaithon dari bangsa jin di ciptakan dari api yang karakteristiknya mengakibatkan kerusakan. Mereka sukai lakukan rusaknya. Makin kita berbuat baik, makin bertambah kebencian mereka pada kita.
Kenapa? Karna mereka ketahui kalau kebaikan bakal membuahkan pahala. Mereka akan tidak berhenti hingga kita dapat terperosok pada satu diantara atau banyak dari tipudaya mereka. Kita juga tak di beri kuasa untuk memberantas mereka seakar-akarnya, sebagai ketentuan Allah Yang Maha Bijaksana. Jadi cuma satu hal yang dapat kita kerjakan dalam hadapi syaithon type ini ; memohon perlindungan pada Pencipta serta Penguasa mereka, yakni Allah ‘Azza wa Jalla.
Langkah ke-2 yang dapat kita kerjakan untuk hadapi bisikan mereka yaitu selekasnya membuangnya jauh-jauh serta menepisnya. Diluar itu kita harus menyibukkan fikiran kita dengan apa yang betul-betul berguna untuk dunia serta akhirat kita, seumpama pelajari tauhid, fiqh beribadah keseharian, serta beberapa hal yang harus kita tekuni. Kita harus pelajari kriteria diterimanya amal, bagaimana mengkokohkan keikhlasan didalam hati, serta beragam hal yang kita yakini faedahnya riil untuk kehidupan didunia serta akhirat.
Janganlah berikan syaithon peluang sedikitpun dalam usahanya kuasai ruangan fikiran kita. Bila fikiran sudah repot dengan beberapa hal yang berguna jadi celah masuk untuk mereka bakal makin mengecil. Ingat, apa pun yang kita fikirkan itu bakal diolah untuk membuat kepribadian serta akhlaq kita. Seperti seseorang penggiling tepung, bila ia cermat serta mempelajari apa sajakah yang masuk kedalam penggilingannya jadi tepung yang dibuat yaitu tepung kwalitas istimewa. Tetapi bila ia tak cermat serta lengah, jadi mungkin tepung itu tercampur dengan beragam kotoran, kerikil, serangga, yang mengakibatkan kerusakan kwalitas tepung keseluruhannya.
Ini bila fikiran itu baru berbentuk lintasan yang dibisikkan syaithon pertama kalinya. Tetapi bagaimana bila bisikan itu sudah mengerak di hatinya serta sudah merubah fitrah hamba itu jadi berpaling dari tauhid serta memurnikan kecintaan pada Allah serta beragam kebaikan? Bagaimana bila ia sudah jadi tawanan syaithon?
Insya Allah kajian mengenai ini bakal disendirikan dalam artikel lain karna cukup panjang. Kami berikan judul artikel itu dengan “Mensucikan Diri dari Dampak Syaithon”.
Mudah-mudahan yang sedikit ini berguna untuk kami serta pembaca semuanya. Billahit taufiq wal hidayah.
Wallahu ta’ala a’lam
Allah berfirman dalam QS. Fushshilat ayat 36,
“Dan jika setan mengganggumu dengan satu godaan, jadi mohonlah perlindungan pada Allah... ”
Karna semua manusia yang beriman akan tidak terlepas dari bisikan-bisikan mereka. Termasuk juga beberapa Nabi meskipun, Allah berfirman mengenai beberapa nabi, sekalian Kholil-Nya sholallahu ‘alaihi wa sallam dalam QS. Al Hajj : 52
“Dan Kami tak mengutus seseorang rasul serta tak juga seseorang nabipun sebelumnya engkau tetapi bila ia mempunyai satu hasrat, setanpun memasukkan godaan-godaan kedalam keinginnya itu. Tetapi Allah menyingkirkan apa yang disusupkan setan itu serta Allah memperkuat ayat-ayat-Nya.. ”
Beberapa mufassir mengatakan, ayat ini Allah turunkan sehubungan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yakni jika beliau membaca satu ayat yang berisi berikan peringatan pada beberapa orang kafir, mereka selekasnya ikuti bacaan beliau dengan penambahan kalimat yang membetulkan kepercayaan mereka (untuk menyelewengkan arti ayat). Jadi Allah mengokohkan Nabi-Nya dengan ayat-ayat-Nya.
Dalam kitab Ighotsatul Lahfan karya Ibnul Qoyyim Al- Jauziyyah dijelaskan, kalau musuh ada dua type. Yang pertama syaithon-syaithon dari kelompok manusia. Untuk type pertama, mereka mempunyai fitrah menyukai kebaikan yang mungkin saja sudah tertutup oleh tingkah laku syaithoni, tetapi fitrah itu tak hilang. Saat kita berbuat baik pada mereka, serta selalu berbuat baik, masih tetap dapat diinginkan mereka bakal bertaubat atau sekurang-kurangnya berhenti mengganggu kita.
Tetapi bila syaithon yang dihadapi yaitu syaithon dari bangsa jin, jadi mereka yaitu anak keturunan iblis. Dengan cara penciptaan, syaithon dari bangsa jin di ciptakan dari api yang karakteristiknya mengakibatkan kerusakan. Mereka sukai lakukan rusaknya. Makin kita berbuat baik, makin bertambah kebencian mereka pada kita.
Kenapa? Karna mereka ketahui kalau kebaikan bakal membuahkan pahala. Mereka akan tidak berhenti hingga kita dapat terperosok pada satu diantara atau banyak dari tipudaya mereka. Kita juga tak di beri kuasa untuk memberantas mereka seakar-akarnya, sebagai ketentuan Allah Yang Maha Bijaksana. Jadi cuma satu hal yang dapat kita kerjakan dalam hadapi syaithon type ini ; memohon perlindungan pada Pencipta serta Penguasa mereka, yakni Allah ‘Azza wa Jalla.
Langkah ke-2 yang dapat kita kerjakan untuk hadapi bisikan mereka yaitu selekasnya membuangnya jauh-jauh serta menepisnya. Diluar itu kita harus menyibukkan fikiran kita dengan apa yang betul-betul berguna untuk dunia serta akhirat kita, seumpama pelajari tauhid, fiqh beribadah keseharian, serta beberapa hal yang harus kita tekuni. Kita harus pelajari kriteria diterimanya amal, bagaimana mengkokohkan keikhlasan didalam hati, serta beragam hal yang kita yakini faedahnya riil untuk kehidupan didunia serta akhirat.
Janganlah berikan syaithon peluang sedikitpun dalam usahanya kuasai ruangan fikiran kita. Bila fikiran sudah repot dengan beberapa hal yang berguna jadi celah masuk untuk mereka bakal makin mengecil. Ingat, apa pun yang kita fikirkan itu bakal diolah untuk membuat kepribadian serta akhlaq kita. Seperti seseorang penggiling tepung, bila ia cermat serta mempelajari apa sajakah yang masuk kedalam penggilingannya jadi tepung yang dibuat yaitu tepung kwalitas istimewa. Tetapi bila ia tak cermat serta lengah, jadi mungkin tepung itu tercampur dengan beragam kotoran, kerikil, serangga, yang mengakibatkan kerusakan kwalitas tepung keseluruhannya.
Ini bila fikiran itu baru berbentuk lintasan yang dibisikkan syaithon pertama kalinya. Tetapi bagaimana bila bisikan itu sudah mengerak di hatinya serta sudah merubah fitrah hamba itu jadi berpaling dari tauhid serta memurnikan kecintaan pada Allah serta beragam kebaikan? Bagaimana bila ia sudah jadi tawanan syaithon?
Insya Allah kajian mengenai ini bakal disendirikan dalam artikel lain karna cukup panjang. Kami berikan judul artikel itu dengan “Mensucikan Diri dari Dampak Syaithon”.
Mudah-mudahan yang sedikit ini berguna untuk kami serta pembaca semuanya. Billahit taufiq wal hidayah.
Wallahu ta’ala a’lam

Komentar