Islam yaitu agama yang penuh rahmat. Allah jadikan Islam sebagai rahmat untuk semua manusia. Senantiasa ada hikmah dibalik tiap-tiap penciptaan makhluk. Termasuk juga penciptaan terbaginya type kelamin manusia jadi dua, yakni lelaki serta perempuan. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَق�'نَاكُم�' مِن�' ذَكَرٍ وَأُن�'ثَىٰ وَجَعَل�'نَاكُم�' شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَك�'رَمَكُم�' عِن�'دَ اللَّهِ أَت�'قَاكُم�' ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sebenarnya Kami membuat anda dari seseorang lelaki serta seseorang perempuan serta jadikan anda berbangsa-bangsa serta bersuku-suku agar anda sama-sama mengetahui. Sebenarnya orang yang paling mulia diantara anda di segi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sebenarnya Allah Maha Tahu lagi Maha Cermat. ” (QS Al Hujurat : 13)
Golongan perempuan demikian di perhatikan serta dimuliakan dalam Islam. Sebelumnya datangnya Islam, golongan perempuan demikian dihinakan. Seperti yang diterangkan dalam ayat tersebut,
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم�' بِال�'أُن�'ثَىٰ ظَلَّ وَج�'هُهُ مُس�'وَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
يَتَوَارَىٰ مِنَ ال�'قَو�'مِ مِن�' سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُم�'سِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَم�' يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَح�'كُمُونَ
“Dan jika seorang dari mereka di beri berita dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, serta dia begitu geram. Ia sembunyikan dianya dari orang banyak, dikarenakan buruknya berita yang di sampaikan padanya. Apakah dia bakal memeliharanya dengan memikul kehinaan atau mungkin bakal menguburkannya kedalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tentukan itu. ” (QS An-Nahl : 58-59)
Walau demikian Islam datang memberi sinar harapan untuk golongan perempuan. Islam keluarkan perempuan dari semua bentuk kezhaliman untuk lalu jadikan golongan perempuan sebagai golongan yang pantas di perhatikan serta dimuliakan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُم�' أَن�' تَرِثُوا النِّسَاءَ كَر�'هًا ۖ وَلَا تَع�'ضُلُوهُنَّ لِتَذ�'هَبُوا بِبَع�'ضِ مَا آتَي�'تُمُوهُنَّ إِلَّا أَن�' يَأ�'تِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِال�'مَع�'رُوفِ ۚ فَإِن�' كَرِه�'تُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن�' تَك�'رَهُوا شَي�'ئًا وَيَج�'عَلَ اللَّهُ فِيهِ خَي�'رًا كَثِيرًا
“Hai beberapa orang yang beriman, tak halal untuk anda mempusakai wanita dengan jalan paksa serta jangan sampai anda menyusahkan mereka karna akan mengambil kembali beberapa dari apa yang sudah anda berikanlah padanya, kecuali apabila mereka lakukan pekerjaan keji yang riil. Serta bergaullah dengan mereka dengan cara pantas. Lalu apabila anda tak suka pada mereka, (jadi bersabarlah) karna mungkin saja anda tak suka pada suatu hal walau sebenarnya Allah jadikan kepadanya kebaikan yang banyak. ” (QS An Nisa : 19)
Peran Wanita
Seseorang wanita mempunyai peran yang begitu vital dalam Islam. Bersamaan menambahnya umur, ia bakal alami saat perubahan peran. Dari sebagai anak kecil untuk ke-2 orang tuanya, lalu jadi istri untuk suaminya, serta jadi ibu untuk anak-anaknya, dan sebagainya. Sudah pasti ini tidaklah hal yang gampang. Terlebih ada peran yang selalu mesti ia lakukan, yakni sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta‘ala.
Seseorang wanita shalihah bakal mendedikasikan hidup seutuhnya untuk menggerakkan peran-peran itu diatas dengan baik. Pertama ia mungkin saja tidak paham bagaimana caranya menggerakkan peran, lalu ia belajar serta selalu belajar supaya bisa menggerakkan peran dengan maksimal. Sudah pasti semuanya perlu sistem, bahkan juga selalu berproses sampai ia wafat dunia nantinya.
Peran wanita sebagai hamba Allah adalah peran yang paling penting dalam kehidupannya. Karna Allah membuat manusia untuk maksud yang mulia, yakni melaksanakan ibadah kepada-Nya.
وَمَا خَلَق�'تُ ال�'جِنَّ وَال�'إِن�'سَ إِلَّا لِيَع�'بُدُونِ
“Dan tidaklah Saya membuat jin serta manusia tetapi agar mereka melaksanakan ibadah kepada-Ku (saja) ” (QS. Adz Dzariyat : 56)
Sedang peran wanita sebagai istri untuk suaminya yaitu satu diantara bentuk ketaatan pada Allah, karna Allah lah yang memerintahkan sekian.
إِذَا صَلَّتِ ال�'مَر�'أَةُ خَم�'سَهَا وَصَامَت�' شَه�'رَهَا وَحَفِظَت�' فَر�'جَهَا وَأَطَاعَت�' زَو�'جَهَا قِيلَ لَهَا اد�'خُلِى ال�'جَنَّةَ مِن�' أَىِّ أَب�'وَابِ ال�'جَنَّةِ شِئ�'تِ
“Jika seseorang wanita senantiasa melindungi shalat lima saat, juga berpuasa satu bulan penuh (di bln. Ramadhan), dan benar-benar melindungi kemaluannya (dari perbuatan zina), serta betul-betul patuh pada suaminya, jadi disebutkan pada wanita yang mempunyai karakter mulia ini, ‘Masuklah dalam surga lewat pintu mana saja yang engkau suka’. ” (HR Ahmad serta Ibnu Hibban, shahih)
Mengenai peran wanita sebagai seseorang ibu yaitu peran yang paling utama dalam membuahkan generasi-generasi Islam yang hebat. Ibu yaitu sebaik-baik madrasah untuk anak-anaknya. Seseorang ibu yang baik bakal mengerti kalau sesudah Allah, dialah yang memiliki peran besar dalam pendidikan anak dengan didampingi suaminya.
Ada satu cerita yang tunjukkan kalau tak ada kemuliaan paling besar yang didapatkan Allah untuk seseorang wanita terkecuali dengan perannya sebagai seseorang ibu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat di tanyai oleh seorang ;
يَا رَسُو�'لَ اللهِ، مَن�' أَحَقُّ النَّاسِ بِحُس�'نِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَن�'؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَن�'؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَن�'، قَالَ أَبُو�'كَ
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling memiliki hak untuk kuperlakukan dengan baik? ” Beliau berkata, “Ibumu. ” Lelaki itu kembali ajukan pertanyaan, “Kemudian siapa? ”, bertanya lelaki itu. “Ibumu. ” Lelaki itu ajukan pertanyaan lagi, “Kemudian siapa? ”, bertanya lelaki itu. “Ibumu. ” “Kemudian siapa? ”, tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau. (HR. Bukhari Muslim)
Teringat bait-bait puisi seseorang penyair kenamaan asal Mesir, Hafizh Ibrahim ;
Ibu yaitu madrasah. Apabila engkau mempersiapkannya dengan baik, bermakna egkau sudah memperisiapkan generasi yang mulia.
Ibu yaitu taman. Apabila engkau rajin menyiramnya, jadi ia bakal tumbuh subur serta lebat daunnya.
Ibu yaitu guru. Guru terpenting. Jasa-jasa besarnya bakal menyelimuti semua cakrawala.
Jadi, tersebut fungsi wanita. Demikian juga penting berat tetapi demikian mulia di segi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sumber : https :// muslimah. or. id/9352-jadilah-istri-dan-ibunda-tauladan-bag-1. html

Komentar